Kisah berhikmah

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil di guyur air hujan, lewatlah sebuah motor di depan mereka dan berkatalah petani ini pada istrinya, "Lihatlah bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan tetapi mereka bisa cepat sampai rumah, tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah".
Sementara pengendara sepeda motor itu dan istrinya yang sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka, pengendara motor itu pun berkata pada istrinya, "Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita".
Di dalam mobil pick up pun terjadi perbincangan ketika sebuah mobil mercy lewat dihadapan mereka, "Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu, mobil itu pasti nyaman di kendarai, tidak seperti kita yang sering mogok".
Pengendara mobil itu seorang pria kaya, dan ketika ia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria itu berkata dalam hati, "Betapa bahagianya suami istri itu mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berduaankarena kesibukan kami masing-masing.

Apakah hikmah di balik kisah ini ???

Kebahagiaan tak akan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain dan selalu membandinkan hidup kita dengan kehidupan orang lain. Bersyukurlah atas kehidupan yang sudah kita dapatkan supaya kita tahu dimana kebahagiaan itu berada.

Seperti yang difirmankan oleh Allah dalam surat Arrahman yang dikatakan secara berulang-ulang, salah satunya pada ayat 13 yg bunyinya :

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS : Arrahman, 13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Klo mau komen pake bahasa yang baik n santun ya